
BANYUWANGI – Suasana khidmat dan penuh suka cita menyelimuti peresmian Masjid Hasanul Hidayah di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. ini dimeriahkan dengan Pengajian Akbar dan lantunan Sholawat yang menghadirkan pendakwah kondang asal Kediri, Gus Gendeng, yang bernama asli Suyatno Nurdin. Sabtu (03/05/2025) Pukul 19.30 wib.
Ribuan warga Desa Grajagan dan sekitarnya antusias memadati area Masjid Hasanul Hidayah yang berlokasi di Dusun Sumberjati RT.006 RW.003. Gaya ceramah Gus Gendeng yang khas, menggabungkan kesantunan dengan pesan-pesan agama yang mendalam, berhasil memukau seluruh jamaah yang hadir.
Acara peresmian ini semakin istimewa dengan kehadiran anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi Daerah Pemilihan (Dapil) 4 dari Komisi 1, Bapak Haji Susiyanto. Kehadiran beliau tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam memajukan kehidupan beragama.



H. Susiyanto menyampaikan, “Saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bahu-membahu mewujudkan berdirinya Masjid Hasanul Hidayah yang megah ini. tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kualitas keimanan kita.” Ucapnya.
Lebih lanjut, H. Susiyanto menambahkan, “Kehadiran Al Mukarrom Gus Gendeng pada malam yang penuh berkah ini adalah sebuah kehormatan besar. Kami berharap, petuah dan nasihat yang beliau sampaikan dapat menjadi penerang dan penuntun dalam setiap langkah kehidupan kita.” Tambahnya.
Dalam inti Ceramahnya, Gus Gendeng Menyampaikan “Pembangunan Masjid Hasanul Hidayah ini adalah investasi yang sangat besar untuk akhirat kita. Masjid adalah rumah Allah di bumi. Di dalamnya, kita bisa melaksanakan berbagai macam ibadah, mulai dari sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga menuntut ilmu agama. “Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga. Berdirinya masjid yang megah ini tentu bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol dari semangat beribadah dan kecintaan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Tandasnya. (Jatno/Bangun)
