Gerakan Pengendalian Tikus di Desa Kedunggebang, Upaya Lindungi Tanaman Pangan dan Hortikultura

Banyuwangi – Kelompok Tani Mawar Sari di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, hari ini secara serentak melaksanakan Gerakan Pengendalian Tikus. Kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk mengendalikan hama tikus yang kerap menjadi ancaman serius bagi areal tanaman pangan dan hortikultura di wilayah tersebut. Selasa (03/06/2025).

Gerakan pengendalian ini dilakukan dengan memberikan umpan pada titik-titik strategis di lahan pertanian anggota kelompok tani. Inisiatif ini diharapkan dapat menekan populasi tikus secara signifikan, sehingga potensi kerugian akibat serangan hama dapat diminimalisir.

Kegiatan ini dihadiri dan didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Kedunggebang, PPL Desa Kedunggebang, Babinsa Kedunggebang, dan Babinkamtibmas Kedunggebang, serta seluruh anggota Kelompok Tani Mawar Sari yang bahu-membahu dalam upaya kolektif ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Kedunggebang.

Abdurrohman, Kepala Desa Kedunggebang, “Saya sangat mengapresiasi semangat dan kekompakan Kelompok Tani Mawar Sari dalam melaksanakan gerakan pengendalian tikus ini. Hama tikus adalah musuh kita bersama, dan dengan upaya gotong royong seperti ini, kita optimis dapat melindungi hasil panen kita. Dukungan dari PPL, Babinsa, dan Babinkamtibmas juga menjadi bukti nyata sinergi antarlembaga untuk kesejahteraan petani di Desa Kedunggebang.” Ujarnya

Qurrotul A’yun, S.P., PPL Desa Kedunggebang, menyampaikan “Gerakan pengendalian tikus dengan metode pengumpanan ini adalah salah satu strategi efektif untuk menjaga produktivitas pertanian. Kami dari PPL akan terus mendampingi petani, memberikan edukasi dan bimbingan teknis agar upaya pengendalian hama dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Mari kita jaga lahan pertanian kita dari serangan hama agar panen melimpah dan kualitas hasil pertanian kita semakin baik.” Ucapnya

Kopka Agus Kusyanto, Babinsa Kedunggebang, mengatakan “Kami sebagai Babinsa sangat mendukung inisiatif petani untuk menjaga ketahanan pangan. Gerakan pengendalian tikus ini adalah contoh konkret bagaimana masyarakat bersama-sama menjaga aset pertanian. Kami siap membantu dalam segala aspek untuk menciptakan lingkungan pertanian yang aman dan produktif bagi seluruh warga.” Katanya

Aipda Iwan Basuki, Babinkamtibmas Kedunggebang, menambahkan “Keamanan dan ketertiban tidak hanya sebatas kamtibmas secara umum, tetapi juga mencakup keamanan pangan. Hama tikus yang tidak terkendali dapat mengancam stabilitas ekonomi petani. Oleh karena itu, kami hadir dan berpartisipasi aktif dalam gerakan ini sebagai bentuk dukungan nyata Polri kepada masyarakat, khususnya para petani di Desa Kedunggebang.” Pungkasnya (Bangun)

Tinggalkan Balasan