Salah Satu Jemaah Haji Asal Banyuwangi Dikabarkan Meninggal Dunia di Arab Saudi

Banyuwangi – Satu orang jemaah haji asal Banyuwangi dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi. Jemaah yang meninggal tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB-43 asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono, bernama Samsuri.

Pria kelahiran 27 September 1930 itu meninggal dunia diduga akibat serangan jantung pada Senin, 2 Mei 2025.

“Kami mendapatkan informasi awal beliau meninggal dunia dari sesama jemaah haji pada hari Senin pukul 11.33 WIB,” kata operator haji Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Kurniawan.

Kurniawan mengaku belum mendapatkan informasi detail terkait waktu meninggalnya Samsuri. Namun, dari informasi yang diterimanya, jemaah haji 95 tahun tersebut meninggal dunia di kamarnya.

Kini, jasad Samsuri rencananya akan disalatkan di Masjidil Haram setelah pelaksanaan salat Zuhur waktu setempat. Setelah itu, ia akan dimakamkan di Mekah, didampingi petugas haji dan perwakilan keluarga.

Untuk diketahui, Samsuri adalah jemaah haji tertua kedua asal Banyuwangi, setelah Sukirman yang tanggal kelahirannya berselisih 20 hari dengan Samsuri, yaitu 7 September 1930.

Samsuri menjadi satu dari 1.156 jemaah haji dari Kabupaten Banyuwangi dengan kloter SUB-42, SUB-43, SUB-44, dan SUB-49 yang berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Puncaknya diprediksi pada 5 Juni 2025.

“Ada 76 jemaah haji lansia yang berasal dari Banyuwangi, rata-rata sudah dengan pendamping, di luar pendamping di setiap kloter yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dan dua tenaga kesehatan,” kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Banyuwangi, Fakhrurrozi.

Terkait hal-hal yang perlu diwaspadai jemaah haji selama melaksanakan ibadah haji adalah mawas diri untuk menjaga kesehatan. Yang terpenting, tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh sedang tidak fit guna menyiapkan diri untuk melaksanakan ibadah saat puncak haji.

“Cuaca di tanah suci juga sudah mulai panas. Penting untuk banyak minum agar tidak dehidrasi, serta menyemprotkan spray pendingin ke badan ketika di luar ruangan,” tutur Rozi. (Boby)

Tinggalkan Balasan