Disnakertrans dan Perindustrian Banyuwangi Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan di Desa Bomo

Banyuwangi, 12 Juni 2025 – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian (Disnakertransin) Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan peningkatan pelatihan pengolahan hasil perikanan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI 2/2018). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (12/6/2025), dan bertempat di aula kantor Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari.

Pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain Idris selaku Kepala Bidang, Plt Camat Blimbingsari Khoirul Anam, Kepala Desa Bomo Sutikno, serta para peserta pelatihan yang mayoritas merupakan pelaku usaha kecil dan masyarakat nelayan sekitar.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bomo, Sutikno, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelatihan ini. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing masyarakat di sektor pengolahan hasil perikanan.

“Pelatihan ini menjadi peluang besar bagi warga kami untuk menambah wawasan, khususnya dalam meningkatkan mutu produk olahan ikan yang dihasilkan oleh masyarakat pesisir,” ujar Sutikno.

Sementara itu, Plt Camat Blimbingsari, Khoirul Anam, yang sekaligus membuka secara resmi acara pelatihan, menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas SDM di wilayahnya. Ia berharap pelatihan ini mampu menghasilkan pelaku usaha yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu menciptakan produk olahan ikan yang berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi.

“Dengan adanya pelatihan berbasis SKKNI ini, diharapkan peserta dapat memahami standar nasional dalam proses pengolahan hasil perikanan, sehingga mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional,” terang Khoirul Anam.

Idris, selaku Kabid Disnakertransin, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor perikanan. Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga memberikan wawasan tentang kewirausahaan dan strategi pemasaran produk.

“Kami berharap peserta bisa menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu menciptakan produk olahan yang inovatif, higienis, dan sesuai standar industri,” jelas Idris.

Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung hingga empat hari ke depan dengan berbagai materi praktik dan teori, termasuk teknik pengolahan ikan, pengemasan, hingga aspek perizinan usaha. ikhsan suryadi /Yati )

Tinggalkan Balasan