
BANYUWANGI – Kecamatan Tegaldlimo menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi potensi bencana dengan menggelar Apel Persiapan Gerakan Aksi Mitigasi Bencana. Bertempat di Lapangan Desa Kedungasri, kegiatan ini berfokus pada Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Volunteer Gathering (Tanam Mangrove), sebuah inisiatif kolaboratif yang didukung penuh oleh LAZNAS Nurul Hayat untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kelestarian lingkungan. Selasa (17/06/2025) Pukul 08.00 Wib
Apel ini dipimpin langsung oleh Wakil Camat Tegaldlimo, Eko Iswanto, S.E., dan dihadiri oleh berbagai pihak penting. Turut hadir antara lain Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyuwangi, Misrawi, S.H.; perwakilan dari Polsek Tegaldlimo, Briptu Agung Yoga; perwakilan dari Koramil 0825/09 Tegaldlimo, Sertu Riyaman; Kepala Desa Kedungasri, Sunaryo, S.H.; Kepala Desa Kendalrejo, Jaini Mustofa; serta Branch Manager LAZNAS Nurul Hayat, Ferry B. Prasetya, S.Hum. Acara ini juga diikuti oleh para pembina dan guru dari berbagai tingkatan sekolah (SD, SMP, SMA) yang menjadi peserta kegiatan, menandai partisipasi aktif dari sektor pendidikan.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, dalam menghadapi ancaman bencana. Selain itu, aksi penanaman mangrove juga menjadi simbol nyata upaya mitigasi berbasis ekosistem untuk melindungi wilayah pesisir dari dampak buruk bencana dan menjaga keseimbangan alam.
Eko Iswanto, S.E., Wakil Camat Tegaldlimo “Apel ini adalah wujud nyata komitmen Tegaldlimo dalam membangun ketahanan bencana. Melalui Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana, kami memastikan sekolah-sekolah menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan anak didik kita. Aksi tanam mangrove hari ini juga menunjukkan kepedulian kami terhadap lingkungan sebagai bagian integral dari upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan.” Ujarnya.
Misrawi, S.H., Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyuwangi. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa dari Kecamatan Tegaldlimo dan sinergi dengan LAZNAS Nurul Hayat ini. SPAB adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sadar bencana, sementara penanaman mangrove adalah solusi alami yang efektif untuk melindungi garis pantai kita. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat krusial untuk mewujudkan Banyuwangi yang tangguh dan aman dari bencana.” Ucapnya.
Sunaryo, S.H., Kepala Desa Kedungasri “Desa Kedungasri sangat bangga menjadi bagian dari gerakan penting ini. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Kami berharap, dengan adanya sosialisasi dan aksi nyata ini, masyarakat kami semakin siap dan responsif dalam menghadapi potensi bencana, serta lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan sekitar untuk masa depan yang lebih baik.” Katanya.
Ferry B. Prasetya, S.Hum., Branch Manager LAZNAS Nurul Hayat, “LAZNAS Nurul Hayat selalu siap mendukung program-program yang berpihak pada kemanusiaan dan lingkungan. Kegiatan hari ini adalah cerminan sinergi positif antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga filantropi. Melalui edukasi bencana dan pelestarian lingkungan, kita bersama-sama membangun masa depan yang lebih aman, lestari, dan berkelanjutan bagi Banyuwangi.” Pungkasnya (Bangun)
