
Banyuwangi, 19 Juni 2025 – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi pada Kamis pagi menggelar pelatihan keterampilan kerajinan hantaran berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 38 Tahun 2008. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dan bertempat di Pendopo Kecamatan Srono, Banyuwangi.
Acara ini dihadiri oleh Plh. Kabid Tenaga Kerja Dra. Sujiati Andriani, M.M, Camat Srono Ir. Tri Wahyu Angembani, serta para peserta pelatihan yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Srono dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Camat Srono Ir. Tri Wahyu Angembani menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan masyarakat, terutama di bidang kerajinan tangan, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal.
“Kami menyambut baik pelatihan ini karena dapat memberikan bekal keterampilan nyata kepada masyarakat, terutama ibu-ibu dan generasi muda. Semoga melalui kegiatan ini, peserta mampu mengembangkan usaha sendiri di bidang kerajinan hantaran, yang saat ini semakin diminati oleh pasar,” ujarnya sebelum secara resmi membuka acara.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja yang rutin dilaksanakan oleh Disnakertrans dan Perindustrian Banyuwangi. Dengan mengacu pada SKKNI, peserta tidak hanya diberikan pelatihan teknis, tetapi juga diajarkan standar mutu dan manajemen usaha sederhana agar dapat bersaing di pasar.
Sementara itu, Plh Kabid Tenaga Kerja, Dra. Sujiati Andriani, M.M., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan kompetensi kerja di sektor informal. “Dengan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menciptakan produk yang memiliki nilai jual dan dapat membuka usaha secara mandiri,” kata Sujiati.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan pelatihan yang mengacu pada SKKNI 38/2008 ini akan difokuskan pada praktik langsung pembuatan kerajinan hantaran, dengan pendampingan dari instruktur berpengalaman di bidangnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berharap dapat mengembangkan keterampilan mereka menjadi usaha yang berkelanjutan, serta dapat mendorong tumbuhnya wirausaha baru di sektor kerajinan serta membuka peluang kerja mandiri bagi warga setempat.( ikhsan/ Yati )
