
Banyuwangi, Kamis (10/7/2025) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kabupaten Banyuwangi bersama pemerintah desa menggelar kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan Masyarakat/Keluarga di Desa pada Kamis pagi bertempat di Pendopo Kecamatan Srono. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat desa terhadap pentingnya pengelolaan keuangan keluarga yang sehat dan produktif.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ir. Tri Wahyu Angembani, Camat Srono, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya edukasi finansial di tengah masyarakat desa, khususnya di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Literasi keuangan menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi keluarga. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, khususnya pelaku usaha kecil,” ujar Ir. Tri Wahyu.
Turut memberikan pengarahan dalam kegiatan ini, Ir. Din Eka Pratiwi, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi dan Kerja Sama Desa, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi.
“Program ini adalah bagian dari upaya strategis kami dalam memberdayakan ekonomi desa. Literasi keuangan menjadi fondasi untuk mengembangkan potensi lokal dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar,” jelasnya.
Sebagai narasumber utama, hadir Anika Munawaroh, S.E., seorang praktisi bisnis UMKM sekaligus entrepreneur yang membagikan pengalaman dan tips praktis dalam mengelola keuangan usaha maupun rumah tangga. Dalam sesinya, Anika menekankan pentingnya pencatatan keuangan sederhana, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pentingnya menabung dan berinvestasi.
Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat umum terutama perempuan dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Srono. Peserta tampak antusias mengikuti sesi-sesi pemaparan dan diskusi yang berlangsung interaktif.
Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat desa, khususnya para perempuan dapat meningkatkan pendapatan dengan membuka usaha kecil, dapat lebih siap dan cerdas dalam mengelola keuangan, sehingga terhindar dari pinjaman yang memberatkan dan akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.( ikhsan Suryadi )
