Semarak Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa: Kolaborasi Inspiratif MA Muhammadiyah Pekanbaru & PLP UIN SUSKA RIAU

Pekanbaru | Mediarakyat.co.id – MA Muhammadiyah Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan literasi bahasa melalui gelaran acara Peringatan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa 2025. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara pihak madrasah dan para mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dari UIN SUSKA Riau, yang bertindak sebagai panitia. Tak hanya itu, acara ini juga diikuti oleh mahasiswa PLP dari beberapa universitas lain di Pekanbaru, sehingga suasana semakin meriah dengan semangat kebersamaan lintas kampus.

Dengan mengusung tema bersatu dalam bahasa bergerak dengan semangat pemuda, acara ini menghadirkan enam cabang perlombaan, yakni Lomba Cerdas Cermat, Lomba Mading, Lomba Puisi, Lomba Vlog, Lomba Praga Busana, dan Lomba Solo Song. Setiap cabang lomba dirancang untuk menggali potensi siswa sekaligus menjadi wadah ekspresi generasi muda dalam bidang akademik, seni, dan budaya.

Cerdas Cermat Sebagai Pembuka Rangkaian Lomba

Rangkaian perlombaan dibuka dengan Lomba Cerdas Cermat pada 24 Oktober 2025. Perlombaan ini sengaja diadakan lebih awal karena durasi pelaksanaannya yang lebih panjang dibanding lomba lainnya. Antusias peserta terlihat jelas sejak pagi hari; para siswa memadati lapangan dengan penuh semangat, membawa harapan untuk mengharumkan nama kelas masing-masing.

Soal-soal yang diberikan mencakup pengetahuan umum, sejarah Sumpah Pemuda, serta kebahasaan. Mahasiswa PLP turut berperan sebagai panitia teknis, hingga pencatat skor. Guru juga turut berperan sebagai Juri. Kolaborasi antara guru dan mahasiswa membuat lomba berjalan tertib, sportif, dan penuh energi positif.

Lomba Puisi

Tepat tanggal 27 Oktober 2025, suasana lapangan sudah dipenuhi oleh siswa-siswi untuk mendukung teman-temannya yang tampil.

Suasana khidmat terasa saat peserta membacakan puisi bertema kepemudaan, bahasa, dan cinta tanah air. Intonasi, ekspresi, dan penghayatan menjadi poin penting yang mencuri perhatian para penonton.

Puncak Kegiatan: 28 Oktober 2025

Tepat pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025, suasana MA Muhammadiyah Pekanbaru berubah menjadi pusat kreativitas dan budaya. Lima lomba lainnya dilaksanakan secara serentak dan terorganisir dengan baik.

  1. Lomba Mading
    Siswa menampilkan karya terbaik berupa majalah dinding bertema persatuan dan budaya. Desain yang kreatif, perpaduan warna yang harmonis, serta isi yang informatif menjadi daya tarik tersendiri. Mahasiswa PLP turut menilai berdasarkan aspek estetika, orisinalitas, serta kelengkapan informasi.
  2. Lomba Praga Busana
    Salah satu lomba paling dinanti, di mana peserta menampilkan keindahan busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta berjalan anggun di panggung kecil, memperlihatkan keberagaman budaya Nusantara.
  3. Lomba Solo Song
    Lomba menyanyi solo ini sukses menyedot perhatian siswa. Dengan suara merdu, peserta membawakan lagu-lagu bertema kepemudaan maupun lagu daerah, menciptakan suasana hangat dan menghibur.
  4. Lomba Vlog
    Peserta ditantang membuat vlog kreatif bertema Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda. Hasil karya ditampilkan di ruang audiovisual, memperlihatkan kemampuan generasi muda dalam bercerita melalui media digital.

Guru-Guru Tampil Memukau dengan Busana Adat

Salah satu momen yang membuat acara semakin meriah adalah adanya penampilan guru-guru MA Muhammadiyah Pekanbaru yang mengenakan busana adat. Ada yang memakai baju Melayu, Jawa, Batak, dan berbagai pakaian tradisional lainnya. Kehadiran para guru dengan pakaian adat memberi pesan kuat bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan diwariskan.

Para siswa tampak antusias mengabadikan momen tersebut—ada yang berfoto bersama guru, ada pula yang mendokumentasikannya untuk konten lomba vlog. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa selama kegiatan berlangsung.

Sinergi Madrasah dan Mahasiswa PLP

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara pihak madrasah dan mahasiswa PLP. Mulai dari persiapan, dekorasi, teknis pelaksanaan, hingga penjurian, semua dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kreativitas. Kehadiran mahasiswa PLP dari UIN SUSKA Riau dan beberapa universitas lain menjadi bukti bahwa kegiatan pendidikan dapat berjalan lebih dinamis ketika melibatkan berbagai pihak.

Penutup

Acara Peringatan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa MA Muhammadiyah Pekanbaru tahun 2025 bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wahana penguatan karakter, kreativitas, dan rasa cinta tanah air. Dengan adanya kolaborasi harmonis antara guru, siswa, dan mahasiswa PLP, kegiatan ini berhasil menciptakan pengalaman berharga sekaligus menumbuhkan semangat pemuda yang berdaya, berbudaya, dan berprestasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Sumpah Pemuda terus mengakar dalam diri generasi muda Indonesia—bahwa meski berbeda suku, budaya, dan bahasa, kita tetap satu dalam komitmen memajukan bangsa.

Tinggalkan Balasan