
MediaRakyat.co.id | Banyuwangi – Perayaan Ogoh-Ogoh digelar di Dusun Sumberejo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, pada Jumat (28/03). Perayaan ini disambut meriah oleh masyarakat sekitar Desa Jambewangi, khususnya Dusun Sumberejo.
Meskipun masyarakat di dusun tersebut memiliki keberagaman agama—Islam, Hindu, hingga Kristen—hal ini tidak mengurangi semangat toleransi antarwarga. Justru, nilai keberagaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar dan Forkopimda untuk memastikan acara berlangsung dengan nyaman dan aman.
Perayaan Ogoh-Ogoh ini tidak hanya dihadiri oleh tokoh masyarakat Hindu setempat, tetapi juga oleh Kepala Dusun Sumberejo, Kepala Desa Jambewangi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Danramil Sempu beserta anggotanya, serta Kapolsek Sempu, AKP Nanang Wardana, dan jajarannya untuk menjaga keamanan acara.
Kapolsek Sempu, AKP Nanang Wardana, dalam sambutannya menyampaikan,
“Perayaan Nyepi tahun ini berbeda dari sebelumnya. Tahun ini, Hari Raya Nyepi umat Hindu bertepatan dengan perayaan Idulfitri umat Islam. Ini menjadi nilai toleransi yang sangat baik, di mana kita saling menghargai satu sama lain. Saya berharap masyarakat Dusun Sumberejo tetap rukun seperti ini seterusnya, serta terus menjaga kebersamaan dan gotong royong meskipun kita memiliki perbedaan agama.”
Selain Kapolsek Sempu, Kepala Desa Jambewangi, Ali Maskur, S.Ag., juga turut memberikan sambutan,
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Jambewangi atas kerukunan yang telah terjalin selama ini. Meskipun berbeda agama, kita tetap menunjukkan sikap saling menghargai. Bahkan, bukan hanya itu, tetapi juga turut membantu agar ibadah masing-masing agama berlangsung dengan khidmat, aman, dan nyaman. Bahkan, masyarakat juga bergotong royong dalam membangun tempat ibadah. Semoga ibadah Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 ini berlangsung lancar tanpa kendala.”
Acara perayaan Ogoh-Ogoh dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Jambewangi, Ali Maskur, S.Ag. Perayaan diawali dengan barisan masyarakat yang membawa obor, diikuti oleh para pemain musik tradisional Hindu, dan disusul dengan pawai Ogoh-Ogoh. (Muh Sugeng Riyadi)
